Aqil dan Arina 'Dua Wija Garessi' Ukir Sejarah di Hari Kemerdekaan

BARRU —B88News.id-  Dari Garessi Kecamatan Tanete Rilau sebuah kampung yang melahirkan banyak cerita tentang keteguhan dan semangat anak muda, dua putra-putri daerah mengukir kisah berbeda di momentum kemerdekaan tahun ini.

Mereka adalah Muh. Aqil Anas dan Arina. Keduanya sama-sama berasal dari Garessi dan mendapat kepercayaan menjalankan tugas istimewa dalam rangkaian peringatan kemerdekaan.

Aqil, siswa SMA Negeri 1 Barru, merupakan putra dari Alm. Kasim dan Salma. Ia dipercaya menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera dalam rangkaian HUT Pramuka dan HUT Kemerdekaan RI di Cibubur, Jakarta.

Bagi Aqil, tugas itu menjadi pengalaman yang tidak biasa. Jauh dari kampung halaman, ia berdiri tegap bersama anggota lainnya, membawa nama Barru dan Garessi bahkan Sulawesi Selatan dalam sebuah momentum yang mempertemukan semangat kepramukaan dan kecintaan terhadap Merah Putih.

Tugas tersebut tentu tidak datang begitu saja. Ada latihan, kedisiplinan, ketahanan fisik, dan tanggung jawab yang harus dijalani. Setiap langkah harus tepat, setiap gerakan harus seragam, karena di balik seragam yang dikenakan ada kehormatan membawa nama daerah.

Sementara Aqil menjalankan tugasnya di Cibubur, kisah serupa hadir di tanah kelahirannya. Arina, gadis kelahiran Garessi, 18 Februari 2010, dipercaya menjadi pembawa baki dalam Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Barru, Senin (17/8/2026).

Di Lapangan Sepak Bola Sumpang Binangae, Arina yamg tercatat sebagai Siswa SMAN 1 Barru melangkah dengan penuh konsentrasi. Baki yang dibawanya bukan sekadar bagian dari prosesi upacara, tetapi menjadi simbol kepercayaan dan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya.

Dua anak Garessi itu menempuh panggung yang berbeda. Aqil mengibarkan semangat Merah Putih di Cibubur, sementara Arina membawa baki dalam upacara kemerdekaan di Barru. 

Keduanya membawa nama daerah dengan cara masing-masing. Dari kampung yang sama, mereka menunjukkan bahwa anak-anak daerah pun mampu berdiri di panggung penting ketika kesempatan dan kepercayaan datang.

Bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat Garessi, kisah keduanya tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Sebab di balik langkah Aqil dan Arina, ada doa orang tua, bimbingan guru, latihan yang panjang, serta dukungan orang-orang yang percaya bahwa anak-anak daerah mampu berbuat lebih.

Aqil, yang tumbuh dalam kasih sayang ibunya, Salma, dan mengenang sosok ayahnya, Alm. Kasim, kini mendapat kesempatan membawa nama keluarga dan daerah hingga ke Cibubur.

Sementara Arina menjalankan tugasnya di tanah kelahirannya, disaksikan Bupati dan masyarakat Barru yang memenuhi suasana peringatan kemerdekaan. Dari Garessi, keduanya berangkat membawa mimpi. 

Pada momentum kemerdekaan ini, mimpi itu menemukan panggungnya masing-masing—Aqil di Cibubur, Arina di Barru. Dua anak muda. Dua tugas berbeda. Namun satu semangat yang sama: berdiri untuk Merah Putih dan mengharumkan nama daerah.(syamsu marlin) 

Posting Komentar untuk "Aqil dan Arina 'Dua Wija Garessi' Ukir Sejarah di Hari Kemerdekaan "