KKN Unhas Angkatan 69 Hadirkan Solusi Pengelolaan Sampah Berbasis Gotong Royong di Desa Lompo Tengah

Barru –B88News.id- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin Angkatan ke-69 Posko Inovasi Desa Lompo Tengah menjadikan penanganan sampah sebagai program kerja prioritas. 

Fokus tersebut lahir dari hasil diskusi bersama pemerintah desa dan masyarakat dalam Seminar Program Kerja sebagai respons terhadap persoalan lingkungan yang dihadapi Desa Lompo Tengah.

Seluruh program dilaksanakan secara kolaboratif bersama perangkat desa dan masyarakat melalui kegiatan gotong royong rutin KamisManis Deloteng. 

Pendekatan ini tidak hanya menghadirkan solusi dalam pengelolaan sampah, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Koordinator Desa KKN 116-T Inovasi Desa, Abid Muwaffaq Akhmad, menjelaskan bahwa program yang dijalankan dirancang untuk mengurangi volume sampah sekaligus membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

Salah satu inovasi yang diwujudkan adalah pembuatan insenator sampah, yaitu alat pembakaran sampah minim asap yang lebih ramah lingkungan. Alat ini diperuntukkan bagi sampah residu yang sulit terurai, seperti plastik, popok, dan jenis sampah lainnya yang tidak dapat diolah secara alami.

Selain itu, mahasiswa KKN juga menggelar pelatihan pembuatan Kompos Takakura untuk mengolah sampah organik rumah tangga, seperti kulit buah, sisa sayuran, dan limbah dapur. Kompos yang dihasilkan diharapkan dapat dimanfaatkan oleh petani maupun masyarakat untuk mendukung pertanian dan pengembangan pekarangan pangan keluarga.

Program lainnya adalah pelatihan pemanfaatan sampah anorganik menjadi kerajinan tangan. Melalui pelatihan ini, botol plastik, kaleng bekas, dan berbagai jenis sampah anorganik diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus bernilai ekonomi.

Kepala Desa Lompo Tengah, Arief Pabiseang, mengapresiasi program kerja yang diinisiasi mahasiswa KKN Unhas Angkatan ke-69. Menurutnya, penanganan sampah dipilih sebagai fokus utama karena merupakan kebutuhan nyata masyarakat yang disepakati bersama dalam seminar program kerja.

"Kami sangat mengapresiasi mahasiswa KKN Unhas yang tidak hanya datang dengan program, tetapi juga melibatkan masyarakat dalam setiap pelaksanaannya. Mulai dari pembuatan insenator, pelatihan kompos Takakura, hingga pemanfaatan sampah anorganik menjadi kerajinan, semuanya sangat bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan Desa Lompo Tengah," ujar Arief Pabiseang, Kamis 23/7/2026.

Ia berharap inovasi yang diperkenalkan mahasiswa tidak berhenti setelah masa KKN berakhir, tetapi dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat.

"Harapan kami, ilmu dan teknologi sederhana yang telah diberikan dapat terus diterapkan. Semoga kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah semakin meningkat sehingga Desa Lompo Tengah menjadi desa yang lebih bersih, sehat, dan mampu menjadikan sampah sebagai sumber manfaat, bukan lagi sebagai masalah," harapnya.

Melalui rangkaian program tersebut, KKN Unhas Angkatan ke-69 Posko Inovasi Desa Lompo Tengah berupaya membangun sistem pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan warga diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

KKN 116-T Inovasi Desa

Koordinator Desa: Abid Muwaffaq Akhmad

Anggota: Rahmat Tasri, Novlirayana Pidun, Indo Cenning, Clarissa Gloria Novita, dan Nur Fadhilah Putri.(syam) 

Posting Komentar untuk "KKN Unhas Angkatan 69 Hadirkan Solusi Pengelolaan Sampah Berbasis Gotong Royong di Desa Lompo Tengah"