Mengabdi Hampir Tiga Dekade, Hj. Karliati Tinggalkan Jejak di SDN 13 Barru


Di antara tawa dan tepuk tangan penamatan, ada satu momen yang perlahan meredupkan riuh halaman SDN 13 Barru itu siang itu .

Suara Hj. Karliati terdengar tenang, namun sarat getaran emosi yang sulit disembunyikan. Hari itu bukan sekadar seremoni perpisahan siswa kelas VI, tetapi juga perpisahan seorang pendidik dengan ruang pengabdian yang telah menjadi bagian dari hidupnya.

Selama 33 tahun 4 bulan, Karliati mengabdikan diri sebagai Aparatur Sipil Negara di dunia pendidikan. Perjalanan itu dimulai dari SD Inpres Salomoni pada 1988, berlanjut menjadi Kepala SDN 4 Pao, hingga akhirnya dipercaya memimpin SDN 13 Barru sejak 1 Januari 2020.

Rentang waktu yang panjang itu ia sebut sebagai perjalanan yang membentuk bukan hanya karier, tetapi juga karakter dan cara pandangnya terhadap pendidikan.

Enam tahun lima bulan di sekolah ini terasa singkat. Ada rasa haru dan berat meninggalkan sekolah yang sudah menjadi bagian dari pengabdian saya,” ucapnya pelan, seakan menahan jeda yang panjang di setiap kata. 

Bagi Karliati, sekolah bukan sekadar tempat bekerja, melainkan ruang tumbuh bersama guru, siswa, dan orang tua yang telah menjadi bagian dari keluarga besar pendidikan.

Di hadapan para siswa, guru, dan tamu undangan, ia juga menyampaikan permohonan maaf. Ia menyadari, dalam perjalanan memimpin sekolah, tentu ada keterbatasan dan hal-hal yang belum sepenuhnya sempurna. Namun ia berharap fondasi yang telah dibangun dapat dilanjutkan dan diperkuat oleh kepala sekolah berikutnya.

Semoga kepala sekolah baru melanjutkan hingga tuntas dan lebih baik,” tuturnya, menyiratkan harapan agar estafet pendidikan tidak berhenti, tetapi terus bergerak menuju kualitas yang lebih baik.

Pesannya kepada para siswa menjadi penutup yang hangat dari sambutannya. Dengan suara yang kembali tegas, ia berpesan agar anak-anak tidak berhenti bermimpi dan terus mengejar pendidikan setinggi mungkin.

 “Tuntutlah ilmu setinggi langit, gapailah cita-citamu, dan jangan lupa bapak ibu gurumu,” katanya, disambut tatapan penuh harapan dari para siswa yang akan melangkah ke jenjang berikutnya.

Meski purna bakti telah tiba, Karliati menegaskan bahwa pengabdian tidak benar-benar berakhir. Silaturahmi, menurutnya, tetap harus dijaga sebagai jembatan kebersamaan yang tidak terputus oleh waktu dan jabatan.

 “Pintu rumah dan pintu hati saya tetap terbuka,” ucapnya menutup pesan, meninggalkan kesan bahwa seorang guru tidak pernah benar-benar pergi—ia hanya berpindah cara untuk terus mendidik.(syam m djafar) 


Posting Komentar untuk "Mengabdi Hampir Tiga Dekade, Hj. Karliati Tinggalkan Jejak di SDN 13 Barru"