Barru —B88News.id- Suasana ruang Training Raya Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cab. Barru sore itu tidak biasa. Di antara deretan peserta yang datang dari berbagai daerah, perhatian tertuju pada satu sosok di depan ruangan: Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, SH. M. Si.
Ia tidak tampil dengan bahasa yang berjarak. Sebaliknya, setiap kalimat yang disampaikan terasa dekat, seolah bukan sekadar pemaparan, melainkan percakapan dari seorang pemimpin kepada generasi penerusnya.
Kegiatan yang berlangsung di Baruga Bola SobaE Barru ini, merupakan bagian dari Intermediate Training (LK II) dan Latihan Khusus Kohati (LKK) itu menjadi ruang berbagi pengalaman. Andi Ina berbagi pengalaman dengan membuka kisah tentang perjalanan kepemimpinannya, tentang proses, tantangan, hingga keputusan-keputusan penting dalam membangun daerah.
“Mahasiswa hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Kalian harus mampu membaca peluang, menghadapi tantangan, dan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman serta kebangsaan,” ujarnya, menatap peserta dengan penuh penekanan.
Namun, yang paling membekas justru saat ia berbicara tentang makna kehadiran seorang pemimpin.
“Sebagai pemimpin, kita tidak boleh hanya berada di zona nyaman. Kita harus hadir di tengah denyut nadi kehidupan warga, hingga ke pelosok kampung,” tegasnya.
Tepuk tangan pun pecah. Bukan sekali, tapi berulang kali sepanjang sesi berlangsung. Gaya penyampaian yang lugas dan komunikatif membuat suasana tetap hidup, bahkan di tengah materi yang sarat makna.Tak berhenti pada refleksi, Bupati juga membuka arah kebijakan. Ia memaparkan sejumlah program prioritas Pemerintah Kabupaten Barru, dari penguatan sektor pendidikan dan kesehatan, percepatan penurunan stunting, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Melalui program-program prorakyat, kita bertekad menjadikan Barru sebagai daerah yang berdaya saing. Dari potensi lokal kedaya saing global,” ungkapnya menegaskan arah pembangunan yang tengah dijalankan.
Di hadapan para kader HMI, Bupati perempuan pertama di Barru ini juga mengingatkan bahwa masa depan tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus dipersiapkan.
“Kita harus mempersiapkan SDM yang handal. Di era digitalisasi ini, teknologi bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Siapa yang mampu beradaptasi, dialah yang akan unggul,” katanya.
Sesekali, nada bicaranya melambat. Ia merefleksikan satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Bupati, tentang capaian yang mulai terlihat dan harapan yang masih terus diperjuangkan.
Disampaikan tanpa berlebihan, namun cukup untuk menggambarkan optimisme yang tumbuh.
Di ujung kegiatan, satu pesan terasa kuat menggantung di benak peserta, bahwa menjadi pemimpin bukan soal posisi, tetapi tentang keberanian untuk hadir dan berbuat.
Didampingi Kepala Dinas Parekraf Pora, Dr. H. Muhammad Syukri. SKM. M. Kes bersama Ketua HMI Cabang Barru, Hendra, Bupati Barru menutup dengan ajakan yang sederhana, namun tegas agar kader HMI tidak hanya menjadi penonton, melainkan ikut mengambil peran dalam pembangunan, terutama di bidang pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
"Kabupaten Barru tidak kekurangan potensi, yang dibutuhkan adalah transformasi agar potensi tersebut memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di tingkat global", katanya.
Training Raya Nasional itu akhirnya bukan sekadar forum belajar. Ia menjelma menjadi ruang pertemuan antara pengalaman dan idealisme, tempat di mana gagasan tumbuh, dan semangat untuk membangun masa depan kembali dinyalakan. (syam)
Posting Komentar untuk "Di Ruang Training Raya Nasional HMI : Bupati Barru Berbagi Pengalaman, Menanamkan Makna Kepemimpinan "