Pagi ini, 7 Januari 2026, kami kembali berdiri dalam diam.
Tanggal yang seharusnya dirayakan dengan sukacita sebagai hari kelahiranmu, kini kami sambut dengan doa dan rindu yang tertahan.
Allah lebih dahulu memanggilmu pulang pada 16 Maret 2025. Bukan karena cinta-Nya berkurang, melainkan karena Dia lebih menyayangimu dan memilihkan waktu terbaik untuk engkau menghadap.
Kami belajar ikhlas, meski hati sering tertatih. Belajar menerima, meski rindu tak pernah selesai. Sebab kami tahu, engkau telah berpindah dari dunia yang fana menuju kehidupan yang abadi.
Tenanglah di alam barzakh, wahai saudariku, adikku, kesayanganku. Semoga Allah melapangkan kuburmu, menjadikannya taman dari taman-taman surga meneranginya dengan cahaya iman dan amalmu serta menjauhkanmu dari segala kesempitan dan kesedihan.
Setiap doa yang kami panjatkan hari ini menjadi hadiah yang tak terbungkus mengalir lembut menembus jarak dunia dan akhirat.
Jika air mata jatuh, itu bukan karena kurangnya iman melainkan karena cinta yang masih hidup.
Sampai kelak Allah mempertemukan kita kembali dalam keabadian yang tak lagi mengenal perpisahan kami titipkan namamu dalam setiap sujud.(syam)
Posting Komentar untuk "“Di Hari Lahirmu, Kami Menitipkan Rindu Lewat Doa”"