BARRU —B88News.id- Sebanyak tujuh mahasiswa yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Binuang Kec. Balusu Kabupaten Barru, menghadirkan enam program kerja yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan anak, perlindungan diri, pemberdayaan UMKM hingga kebersihan dan fasilitas desa.
Tujuh mahasiswa KKM UNM desa Binuang tersebut berasal dari tiga rumpun keilmuan, yakni Kewirausahaan, Bimbingan dan Konseling, serta Arsitektur.
Mereka adalah Nur Ikhsan Maulana dan A. Ardiansyah, dari Program Studi Kewirausahaan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Kemudian Nabila Dwi Pitaloka, Rizki Fajriani, Annisa Putri, dan Kalvi Amalia, dari Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan.
Sementara Alviona Putri berasal dari Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Kolaborasi lintas keilmuan tersebut menjadi kekuatan dalam menyusun program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Desa Binuang.
Kalvi Amalia dari Program Studi Bimbingan dan Konseling menjelaskan, enam program yang dirancang mahasiswa KKN tersebut tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi diarahkan untuk memberikan manfaat nyata sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat.
Program pertama adalah “Gelar Karpet”, yakni kegiatan yang mengajak anak-anak Desa Binuang membaca dan mendongeng bersama. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan minat baca sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir abstrak dan kreativitas anak.
Program berikutnya adalah “Rumah Desa Ramah Anak”, yang dilaksanakan bekerja sama dengan Forum Anak Desa Binuang. Program ini menjadi wadah untuk menumbuhkan berbagai aktivitas positif, kreatif dan edukatif bagi anak-anak Desa Binuang.
Di bidang perlindungan anak, mahasiswa menghadirkan program “KENALI” (Kenal dan Lindungi Diri). Program tersebut memberikan edukasi awal kepada siswa SD 195 Barru mengenai pentingnya menjaga diri, mengenali bagian pribadi tubuh serta memahami batasan diri.
“Melalui KENALI, kami ingin memberikan pemahaman sejak dini kepada anak-anak tentang bagaimana mengenali dan menjaga dirinya sendiri,” jelas Kalvi.
Sementara di bidang pemberdayaan ekonomi, mahasiswa KKN menyiapkan pelatihan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku UMKM Desa Binuang. Pelatihan ini diharapkan membantu pelaku usaha memahami pentingnya legalitas serta mendukung pengembangan usaha mereka.
Program lainnya adalah gotong royong, dengan mengajak masyarakat bersama-sama membersihkan fasilitas umum di Desa Binuang. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungan.
Adapun program keenam berupa pengadaan sarana dan prasarana penunjuk jalan di Desa Binuang. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat maupun pendatang dalam menemukan lokasi dan arah menuju berbagai wilayah di desa.
Kilvi menegaskan, seluruh program tersebut disusun dengan semangat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat.
“Kami berharap apa yang kami lakukan selama KKN tidak hanya selesai ketika program berakhir, tetapi dapat memberikan manfaat dan dilanjutkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Kehadiran tujuh mahasiswa KKN dengan latar belakang keilmuan yang berbeda menjadi bagian dari upaya menghadirkan kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya dalam membangun lingkungan desa yang ramah anak, berdaya secara ekonomi, bersih dan nyaman.
Melalui enam program tersebut, mahasiswa berharap kehadiran mereka di Desa Binuang dapat meninggalkan manfaat sekaligus pengalaman kolaboratif yang terus tumbuh di tengah masyarakat.(syam)
Posting Komentar untuk "Mahasiswa KKN UNM Hadirkan Enam Program, Dorong Desa Binuang Ramah Anak dan Mandiri"