BARRU — B88News.id- Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barru dr. Wahyuddin Adam., MARS memberikan edukasi khusus kepada masyarakat mengenai bahaya paparan asap yang dapat mengancam kesehatan, terutama sistem pernapasan dan jantung.
Partikel halus yang terkandung dalam asap dapat masuk jauh ke dalam paru-paru, bahkan berpotensi masuk ke aliran darah dan memicu gangguan kesehatan serius.
Edukasi tersebut disampaikan saat kegiatan Tracing TB Terintegrasi dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Tahun 2026, hasil kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Barru bersama Tim Radiologi RSUD Lapatarai Barru, di Aula Kantor Desa Madello, Rabu (14/10/2026),
Dalam arahannya, Kadis Kesehatan mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan paparan asap, khususnya di tengah kondisi kemarau dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat menurunkan kualitas udara.
Ia menjelaskan bahwa asap bukan sekadar gangguan yang membuat mata perih atau tenggorokan terasa tidak nyaman. Di dalamnya terdapat partikel halus yang dapat terhirup hingga mencapai bagian terdalam paru-paru.
“Asap ini bukan asap biasa. Ada partikel-partikel halus di dalamnya yang dapat masuk sampai ke bagian terdalam paru-paru. Dampaknya bisa memperberat penyakit pernapasan, terutama bagi penderita asma dan penyakit paru lainnya. Bahkan, kesehatan jantung juga dapat terdampak,” jelasnya.
Salah satu bahaya utama asap kebakaran adalah partikel halus yang dikenal sebagai PM2.5, yakni partikel dengan diameter 2,5 mikrometer atau lebih kecil.
Ukurannya yang sangat kecil membuat partikel ini dapat menembus pertahanan alami saluran pernapasan dan mencapai alveoli, yaitu kantung udara kecil di paru-paru tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida berlangsung.
Paparan partikel tersebut dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan, batuk, sesak napas, serta memperburuk kondisi penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Dampaknya tidak hanya terbatas pada paru-paru. Paparan PM2.5 juga berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke, terutama pada kelompok rentan.
Bahaya ini perlu menjadi perhatian karena seseorang tidak harus langsung mengalami sesak napas untuk terdampak polusi asap. Paparan dapat menimbulkan efek kesehatan meskipun gejalanya tidak selalu terasa seketika.
Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika asap terlihat pekat, udara berbau menyengat, atau kualitas udara memburuk akibat kebakaran.
Sebagai bagian dari edukasi kesehatan, masyarakat perlu memahami langkah-langkah perlindungan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya menggunakan masker jika beraktifitas diluar ruangan.
Hindari aktivitas yang menambah polusi dalam ruangan, seperti membakar sampah dan merokok. Dan segera cari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas berat, nyeri dada, bibir membiru, atau penurunan kesadaran. Keluhan batuk dan sesak yang memburuk juga perlu segera diperiksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan.(syam)
Posting Komentar untuk "Kadis Kesehatan Barru Edukasi Warga Madello: Bahaya Asap Tak Boleh Dianggap Sepele"