JAKARTA —B88News.id- Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., melakukan pertemuan strategis dengan Penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Dr. Y. Paonganan, S.Si., M.Si., di Gedung Mina Bahari Utama, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Jakarta, Senin (12/10/2026).
Pertemuan tersebut membahas pengembangan potensi perikanan dan kelautan Kabupaten Barru sekaligus penyampaian proposal program strategis yang diusulkan memperoleh dukungan pendanaan APBN tahun 2026 dan 2027.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Barru didampingi Kepala Dinas Perikanan, H. Muhammad Ushuluddin, S.T., M.Si., dan Kabag Protokol Setda Barru, H. Muhammad Taufiq, S.STP. Bupati memaparkan visi dan misi pembangunan Kabupaten Barru, profil sektor perikanan, serta berbagai potensi kelautan dan perikanan yang dapat dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan program strategis nasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Barru. Pembangunan KNMP di Kelurahan Tanete telah rampung 100 persen, sementara pembangunan di Desa Kupa, Desa Siddo, Kelurahan Takkalasi, dan Kelurahan Sumpang Binangae masih dalam tahap pelaksanaan.
Untuk pengembangan selanjutnya pada 2027, Pemerintah Kabupaten Barru mengusulkan pembangunan KNMP di Desa Bojo, Pulau Puteangin, dan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Polejiwa.
Dalam pembahasan tersebut, Penasehat Menteri KKP RI mendorong Pemerintah Kabupaten Barru agar segera menyampaikan usulan program tahun anggaran 2027 melalui pendanaan APBN. Salah satu program yang disarankan ialah pengembangan budidaya tematik berbasis Mini Recirculating Aquaculture System (Mini RAS) untuk ikan nila atau lele di 55 desa dan kelurahan di Kabupaten Barru, dengan sasaran kelompok pengelola perikanan budidaya.
Selain itu, usulan juga dapat mencakup bantuan peralatan pengering ikan bagi kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan, serta bantuan sarana dan prasarana bagi kelompok pengelola perikanan tangkap.
Bupati Barru turut menyampaikan perlunya rehabilitasi sarana dan prasarana di Pulau Pannikiang yang merupakan kawasan konservasi mangrove. Dukungan KKP dinilai penting untuk menunjang pengelolaan kawasan konservasi sekaligus memperkuat upaya pelestarian lingkungan pesisir secara berkelanjutan.
Penasehat Menteri KKP RI juga mengharapkan Pemerintah Kabupaten Barru lebih aktif menggali informasi melalui koordinasi dan konsultasi dengan kementerian, khususnya terkait program-program yang dapat diakses melalui APBN. Langkah tersebut dinilai penting mengingat keterbatasan kemampuan pembiayaan pembangunan melalui APBD Kabupaten Barru.
Usai bertemu Penasehat Menteri KKP RI, Bupati Barru melanjutkan audiensi dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) KKP RI, Dr. Ir. Andy Artha Donny Oktopura, S.T., M.E. Pertemuan ini membahas lebih teknis mengenai sinkronisasi program pemerintah pusat dan daerah guna memastikan usulan pembangunan sektor perikanan dan kelautan Kabupaten Barru selaras dengan prioritas program kementerian.
Pembahasan tersebut juga diarahkan pada peluang dukungan pendanaan melalui APBN, termasuk Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang kelautan dan perikanan, serta penguatan kelembagaan penyuluh perikanan di Kabupaten Barru.
Sekjen KKP menyambut positif usulan Pemerintah Kabupaten Barru dan menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti usulan tersebut melalui direktorat teknis terkait.
Melalui rangkaian pertemuan ini, Pemerintah Kabupaten Barru berharap sinergi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI semakin kuat, sehingga berbagai potensi daerah dapat dikembangkan secara optimal. Dukungan program dan pendanaan pemerintah pusat diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sektor perikanan, memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, serta mendorong kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan di Kabupaten Barru.(syam)
Posting Komentar untuk "Bupati Barru Temui Petinggi KKP, Dorong Pengembangan Potensi Kelautan dan Perikanan"