Barru —B88News.id- Ustadz H. Syamsul Bahri Amin, S.Ag., M.A., mengajak jamaah menundukkan hati untuk merenungi makna syukur sebagai pesan awal Allah SWT kepada manusia. Melalui kutipan firman-Nya, ia menegaskan pentingnya bersyukur kepada Allah serta berbakti kepada kedua orang tua, sebagai bekal utama sebelum setiap insan kembali kepada-Nya.
Hal itu disampaikan dalam khutbahnya saat bertindak sebagai khatib shalat Jumat di Masjid Lasinri Kel. Coppo Kec. Barru, Jumat 3/4/2026.
Dalam khutbahnya, khatib menekankan bahwa segala yang dimiliki manusia sejatinya adalah titipan Allah. Apa yang digunakan, dinikmati, dan dirasakan merupakan karunia semata dari-Nya. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi manusia untuk tidak bersyukur. Rasa syukur ini tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga melalui ketaatan dalam beribadah dan menjauhi segala larangan-Nya.
Lebih lanjut, Syamsul Bahri menyampaikan sebuah ilustrasi dialog antara Allah SWT dan Rasulullah SAW yang menggambarkan bahwa segala sesuatu, termasuk manusia, adalah milik Allah. Namun, Allah memberikan kemuliaan khusus kepada hamba-hamba-Nya yang taat, yang senantiasa beribadah dan bershalawat kepada Nabi.
Dari sini, jamaah diajak memahami bahwa kemuliaan di sisi Allah tidak ditentukan oleh jabatan, kekayaan, atau penampilan, melainkan oleh tingkat ketakwaan.
Dalam khutbahnya juga ditekankan pentingnya meneladani Rasulullah SAW dalam beribadah. Meski telah dijamin masuk surga, Rasulullah tetap tekun beribadah, bahkan di sepertiga malam, hingga membuat keluarganya terharu. Hal ini menjadi pelajaran bahwa ibadah harus dilakukan secara konsisten dan penuh keikhlasan.
Selain itu, khatib mengingatkan bahwa setelah bersyukur kepada Allah, kewajiban berikutnya adalah berbakti kepada kedua orang tua. Jasa orang tua tidak dapat tergantikan, karena merekalah perantara kehadiran manusia di dunia.
Bahkan katanya mengingatkan, sebesar apapun ibadah seseorang, jika ia durhaka kepada orang tua, maka hal tersebut menjadi cela di hadapan Allah.
Di akhir khutbah, jamaah diajak untuk senantiasa menjaga keseimbangan antara ibadah kepada Allah dan bakti kepada orang tua. Amal yang dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit. Dengan demikian, diharapkan setiap muslim mampu menjadi hamba yang bersyukur, taat, dan berakhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.(SM)
Posting Komentar untuk "Khutbah Jumat Syamsul Bahri Amin: Bakti kepada Orang Tua, Jalan Menuju Ridha Allah. "