Oleh: Syahriadi Al-Bugisyi
Di hari ke-27 ini, kita berdiri di persimpangan antara keberhasilan dan penyesalan. Judulnya bukan lagi tentang pilihan duniawi, melainkan pertanyaan mendalam bagi jiwa yang sedang menghitung sisa waktu.
"YES" untuk setiap tetes air mata yang jatuh di keheningan malam pada saat bersimpuh dan memohon. Ini adalah jawaban bagi kita yang memilih untuk tetap bersujud saat raga mulai lelah.
Yes, kita masih punya harapan. Yes, pintu ampunan masih terbuka lebar di antara semilir angin Lailatul Qadar yang kita cari. Kita berkata "Ya" pada perubahan, "Ya" pada ketulusan, dan "Ya" pada janji Allah bahwa siapa yang bersungguh-sungguh, ia akan sampai.
Sementara "NO" untuk setiap keputusasaan yang membisikkan bahwa kita terlambat.
Jangan katakan "Tidak" pada kemungkinan untuk menjadi lebih baik, hanya karena kita merasa belum maksimal di awal bulan. No, Ramadan belum berakhir. Jangan biarkan sisa hari ini berlalu tanpa makna hanya karena rasa lelah yang menghampiri.
Pada akhirnya, di hari ke-27 ini, kita sedang menulis jawaban bagi diri kita sendiri. Apakah kita akan menjadi pribadi yang menang (YES) atau kita akan membiarkan kesempatan emas ini terbuang sia-sia begitu saja (NO)?
Di bawah langit malam yang syahdu, biarlah hati kita berbisik: "Ya Allah, jadikanlah akhir Ramadan ini sebagai titik balik hidupku."
27 Ramadhan 1447 H / 17 Maret 2026
Posting Komentar untuk ""YES" or "NO"(Sebuah Jawaban di Penghujung Ramadhan)"