Tarawih Malam ke-12 Ramadan, Nasruddin: Sempurnakan Ibadah dan Jaga Hubungan Sesama

Barru —B88News.id- Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Barru, H. Nasruddin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan ceramah Tarawih pada malam ke-12 Ramadan 1447 H di Masjid Lasinri Kelurahan Coppo Kec. Barru, Ahad (1/3/2026).

Mengawali ceramahnya, H. Nasruddin mengingatkan, ibadah yang kita lakukan malam ini adalah nikmat besar dari Allah. Nikmat iman, nikmat kesehatan, dan nikmat kesempatan. Tidak semua orang diberikan karunia ini. 

Ia menegaskan bahwa Islam adalah agama yang sempurna dan holistik, mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Islam, katanya, bukan hanya berbicara tentang salat, puasa, zakat, dan haji semata, tetapi juga mengatur kehidupan sosial, ekonomi, dan hubungan antarsesama.

Islam bukan hanya soal ruku dan sujud. Kalau Islam hanya membahas tentang salat, tentu kehidupan sosial dan perekonomian tidak akan berjalan dengan baik. Islam mengatur keseimbangan antara hubungan kepada Allah dan hubungan kepada manusia,” jelasnya.

Nasruddin kemudian mengutip hadis Rasulullah SAW tentang orang yang bangkrut (al-muflis). Dalam hadis tersebut, Rasulullah menjelaskan bahwa orang yang bangkrut bukanlah mereka yang tidak memiliki harta, melainkan orang yang datang pada hari kiamat dengan pahala salat, puasa, dan zakat, namun juga membawa dosa karena menyakiti, memfitnah, mencaci, dan menzalimi orang lain.

Semua kebaikan ibadahnya akan diberikan kepada orang yang pernah ia sakiti. Jika kebaikannya habis, maka dosa orang yang ia zalimi dipindahkan kepadanya, lalu ia dilemparkan ke dalam neraka,” terangnya.

Menurutnya, pesan moral dari hadis tersebut sangat jelas, yakni pentingnya menjaga dua aspek kehidupan secara seimbang: menyempurnakan ibadah kepada Allah (hablum minallah) dan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas).

Lebih lanjut, Ia juga menekankan pentingnya taubat. Kesalahan kepada Allah, seperti meninggalkan shalat atau puasa di masa lalu, dapat dihapus dengan taubat nasuha dan istighfar yang sungguh-sungguh. Namun, kesalahan terhadap sesama manusia tidak cukup hanya dengan taubat kepada Allah.

Jika kita pernah menyakiti orang lain, tidak ada jalan selain meminta maaf kepada yang bersangkutan. Itulah ajaran Islam,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan tentang keutamaan memaafkan. Bahkan, menurutnya, memberi maaf sebelum orang lain meminta maaf adalah akhlak yang sangat terpuji dan lebih dekat kepada ketakwaan.

Di akhir ceramahnya yang disampaikan dengan penuh keteduhan tersebut  Nasruddin mengingatkan bahwa shalat adalah amalan pertama yang akan dihisab di akhirat. Jika shalat baik, maka amalan lainnya akan baik. Namun jika shalat diabaikan karena kesibukan pekerjaan, jabatan, atau urusan dunia, maka hal itu dapat menjadi sebab seseorang terjerumus dalam azab.

Mari kita jaga shalat kita dalam kondisi apa pun. Seimbangkan ibadah kepada Allah dengan memperbaiki hubungan dalam keluarga, bertetangga, dan bermasyarakat. Itulah ajaran Islam yang dicontohkan Rasulullah SAW,” pesannya. (SM) 


Posting Komentar untuk "Tarawih Malam ke-12 Ramadan, Nasruddin: Sempurnakan Ibadah dan Jaga Hubungan Sesama"