Barru-B88News.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Barru terus memassifkan penguatan literasi demokrasi bagi Generasi Z melalui program unggulan “KPU Mengajar: Jemput Pemilih dari Sekolah”.
Pada kegiatan kali ini, jajaran komisioner KPU Barru menyambangi lima Sekolah Menengah Kejuruan Negeri, yakni SMKN 1, SMKN 2, SMKN 3, SMKN 4, dan SMKN 5 Barru, untuk membekali siswa sebagai calon pemilih pemula.
Kegiatan tersebut merupakan Tahap II dari rangkaian edukasi demokrasi Tahun 2026. Sebelumnya, pada Tahap I yang dilaksanakan 21 Januari 2026, KPU Barru telah menyasar siswa SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMAN 4, dan SMAN 5 di wilayah Kabupaten Barru.
Ketua KPU Kabupaten Barru, Abdul Syafah, yang terjun langsung sebagai pemateri bersama para komisioner lainnya, menegaskan bahwa edukasi demokrasi di lingkungan pendidikan kejuruan merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas demokrasi daerah.
“Program KPU Mengajar merupakan bentuk kerja sama KPU Provinsi Sulawesi Selatan dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. Program ini dirancang bukan sekadar sosialisasi formal satu arah, melainkan sebagai ruang dialektika. Kami ingin adik-adik di SMKN menyadari bahwa satu suara mereka bukan hanya angka, tetapi penentu integritas demokrasi dan masa depan bangsa,” ujar Abdul Syafah, Rabu 28/1/2026
Senada dengan hal tersebut, Anggota KPU Barru selaku Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Abdul Mannan, menekankan bahwa konsistensi pelaksanaan KPU Mengajar mencerminkan komitmen inklusif KPU dalam merangkul seluruh segmen pemilih pemula.
“Setelah menyasar SMA Negeri pada pekan lalu, hari ini fokus kami adalah sekolah kejuruan. Kami ingin menggeser paradigma siswa dari sekadar objek menjadi subjek pemilu yang aktif. Harapannya, mereka mampu menjadi agen perubahan yang menularkan kesadaran politik di lingkungan keluarga maupun teman sebaya,” jelasnya.
Sementara itu, Anggota KPU Barru selaku Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Busman, menekankan pentingnya pemahaman teknis kepemiluan sejak dini agar pemilih pemula tidak hanya antusias, tetapi juga cerdas dalam menggunakan hak pilihnya.
“Melalui kegiatan ini, kami memperkenalkan proses dan tahapan pemilu secara sederhana namun substansial. Dengan begitu, ketika mereka menjadi pemilih, mereka telah memahami mekanisme pemilu yang jujur dan adil serta peran strategis penyelenggara,” ungkap Busman.
Anggota KPU Barru selaku Koordinator Divisi Hukum dan Pengawasan, Ilham, menambahkan bahwa edukasi demokrasi juga menjadi sarana menanamkan kesadaran hukum dan nilai integritas dalam berdemokrasi.
“Pemilih pemula perlu dibekali pemahaman tentang aturan pemilu dan pentingnya pengawasan partisipatif. Kesadaran ini diharapkan mampu mencegah praktik-praktik yang mencederai demokrasi, seperti politik uang dan pelanggaran lainnya,” terangnya.
Adapun Anggota KPU Barru selaku Koordinator Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi, Arham, menyoroti pentingnya akurasi data pemilih serta pemanfaatan informasi kepemiluan di kalangan generasi muda.
“Generasi muda sangat akrab dengan teknologi. Karena itu, kami mendorong siswa untuk aktif mengecek data pemilih dan memanfaatkan kanal resmi KPU agar tidak mudah terpengaruh hoaks politik,” jelas Arham.
Kegiatan yang berlangsung secara interaktif ini mendapat apresiasi dari para kepala sekolah dan guru pembimbing. Melalui pendekatan “jemput pemilih dari sekolah”, KPU Barru optimistis dapat meningkatkan partisipasi pemilih pemula, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas partisipasi.
Menutup rangkaian Tahap II, KPU Kabupaten Barru menegaskan komitmennya untuk terus menggulirkan edukasi politik ke seluruh penjuru daerah demi mewujudkan ekosistem pemilu yang sehat, cerdas, dan partisipatif.(Tim Humas KPU Barru)
Posting Komentar untuk "KPU Mengajar: Jurus KPU Barru Cetak Agen Perubahan dari Balik Bangku Sekolah"