65 Tahun Bank Sulselbar: Menjaga Akar Daerah, Menggerakkan Masa Depan.

             Catatan,  Syam M. Djafar. 

Enam puluh lima tahun bukan sekadar hitungan usia. Ia adalah perjalanan panjang tentang kepercayaan, ketekunan, dan keberpihakan. 

Di balik deretan angka pada laporan keuangan dan bangunan kantor yang kini modern, Bank Sulselbar tumbuh dari satu nilai dasar: menjadi bank milik daerah yang hadir dan bekerja untuk masyarakatnya sendiri.

Didirikan pada awal dekade 1960-an, Bank Sulselbar lahir di masa ketika daerah-daerah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat tengah membangun fondasi ekonomi pasca kemerdekaan. 

Perannya kala itu sederhana namun krusial menjadi penggerak roda perekonomian lokal, mendukung pembiayaan pemerintah daerah, serta menjadi tempat masyarakat menyimpan harapan dalam bentuk tabungan.

Waktu berjalan, tantangan berubah. Dari sistem manual menuju digital, dari layanan konvensional menuju perbankan modern, Bank Sulselbar terus beradaptasi. Namun satu hal tak pernah bergeser: akar keberpihakan pada daerah dan masyarakat.

Hari ini, di usia ke-65, Bank Sulselbar tak lagi sekadar institusi keuangan. Ia hadir sebagai mitra pembangunan daerah—mendampingi pelaku UMKM, mendukung pembiayaan sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan, serta memperkuat kapasitas fiskal pemerintah daerah. 

Dari pasar tradisional hingga pusat pemerintahan, dari petani di desa hingga pengusaha muda di kota, jejak Bank Sulselbar terasa nyata.

Transformasi digital menjadi babak baru perjalanan. Layanan perbankan kini hadir lebih dekat, cepat, dan aman. Namun di balik inovasi teknologi, Bank Sulselbar tetap menjaga sentuhan manusiawi, menyapa nasabah dengan bahasa daerah, memahami karakter lokal, dan membaca kebutuhan masyarakat yang beragam.

Tak hanya soal bisnis, kepedulian sosial juga menjadi denyut nadi Bank Sulselbar.

Melalui berbagai program tanggung jawab sosial, bank ini hadir saat masyarakat membutuhkan, dari bantuan pendidikan, keagamaan, hingga respon cepat pada situasi bencana. Di sanalah makna “bank daerah” menemukan bentuknya yang paling nyata.

Enam puluh lima tahun perjalanan ini tentu tidak selalu mudah. Ada masa krisis, ada masa penyesuaian, dan ada pula tuntutan zaman yang menuntut keberanian untuk berubah.

Namun Bank Sulselbar membuktikan bahwa ketahanan dibangun dari kepercayaan, dan kepercayaan lahir dari konsistensi melayani.

Kini, saat menatap masa depan, Bank Sulselbar melangkah dengan visi yang lebih luas, menjadi bank yang kuat, sehat, dan berdaya saing, tanpa kehilangan jati diri sebagai milik daerah. Sebab kemajuan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat tidak dapat dilepaskan dari lembaga keuangan yang tumbuh bersama rakyatnya.

Di usia ke-65, Bank Sulselbar bukan hanya merayakan umur. Ia merayakan perjalanan bersama daerah, dan menegaskan komitmen untuk terus menjadi bagian dari cerita pembangunan,hari ini, esok, dan seterusnya.

Dirgahayu ke 65 Bank Sulselbar, Bertumbuh Bersinergi & Bersyariah

Barru, 13  Januari 2026

Posting Komentar untuk "65 Tahun Bank Sulselbar: Menjaga Akar Daerah, Menggerakkan Masa Depan. "