Aula Polres Barru sore itu tidak sepenuhnya sunyi. Ada suara kamera yang sesekali berbunyi, lembaran catatan yang dibuka, dan obrolan ringan antarjurnalis yang menunggu dimulainya konferensi pers akhir tahun. Namun di balik itu semua, terselip satu suasana yang lebih dalam: perasaan menutup tahun dengan penuh kesadaran.
Rabu, 31 Desember 2025, Kepala Kepolisian Resor Barru AKBP Ananda Fauzi Harahap, S.I.K., M.H., berdiri di hadapan insan pers bukan sekadar untuk membacakan capaian kinerja. Ia hadir membawa cerita tentang proses, tentang kepercayaan, dan tentang kerja yang tak selalu terlihat oleh publik.
“Media bukan hanya penyampai berita, tetapi mitra strategis dalam menjaga kondusivitas daerah.” sebut Ananda.
Kalimat itu bukanlah basa-basi penutup tahun. Sepanjang 2025, hubungan antara Polres Barru dan insan pers terbangun dalam ritme yang saling memahami. Di saat informasi harus disampaikan cepat, akurat, dan bertanggung jawab, media menjadi jembatan antara kerja kepolisian dan harapan masyarakat.
Bagi AKBP Ananda, keamanan tidak lahir semata dari sirene patroli atau angka penindakan. Keamanan tumbuh dari ekosistem yang sehat, ketika aparat bekerja profesional, media menyampaikan informasi secara berimbang, dan masyarakat merasa dilibatkan.
Setiap berita yang terbit, setiap rilis yang dibaca publik, pelan-pelan membentuk kesadaran kolektif. Mencegah kepanikan, menekan prasangka, sekaligus menguatkan kepercayaan.
Di hadapan para jurnalis yang masih setia bertugas hingga detik-detik terakhir tahun, Kapolres menyampaikan terima kasih yang tulus. Ia paham, bekerja di lapangan tidak selalu tentang jam kerja yang pasti, apalagi di momen pergantian tahun.
“Saya sangat menghargai komitmen rekan-rekan media. Sinergi ini bukan hanya perlu dijaga, tetapi dirawat,” katanya.
Di balik narasi itu, tersimpan kerja panjang sepanjang tahun 2025. Kasus kriminalitas menurun, penyelesaian perkara meningkat.
Narkoba ditekan, kecelakaan lalu lintas berkurang, pelayanan publik terus berjalan. Namun di ruang itu, angka-angka tidak tampil sebagai pameran keberhasilan, melainkan sebagai penanda ikhtiar.
Kapolres menyebut, setiap perkara yang selesai berarti satu keresahan masyarakat yang terjawab. Setiap gram narkoba yang diamankan adalah nyawa yang diselamatkan. Setiap layanan yang diberikan adalah wujud kehadiran negara di tengah warga.
Tak berhenti di penegakan hukum, Polres Barru juga mengambil peran dalam ketahanan pangan dan perlindungan masa depan. Jagung disalurkan ke Bulog, beras SPHP didistribusikan ke masyarakat, dan pada 2026 mendatang, makan bergizi gratis untuk anak-anak pelosok diproyeksikan menjadi bagian dari pengabdian.
Menutup tahun, AKBP Ananda mengajak semua pihak menjadikan 2025 sebagai ruang refleksi. Tentang apa yang sudah berjalan baik, dan apa yang masih perlu diperbaiki. Sementara 2026 diharapkan menjadi lembar baru dengan profesionalisme yang lebih matang dan kebersamaan yang semakin kuat.
“Tahun baru selalu datang dengan harapan dan doa, dan tugas kita adalah menjadikannya nyata melalui kerja yang jujur dan kolaboratif.”ujarnya.
Ketika konferensi pers usai, kamera kembali diturunkan. Catatan dilipat. Namun cerita yang tertinggal lebih panjang dari sebuah pertemuan akhir tahun.
Bahwa keamanan bukan sekadar tugas institusi, melainkan kerja bersama yang dijaga dengan komunikasi, kepercayaan, dan sentuhan kemanusiaan. (syam m. djafar)
Posting Komentar untuk "Menutup Tahun di Aula Polres Barru, Saat Keamanan Tak Hanya Bicara Angka"