Bagi Andriansyah, pengabdian tak dilihat dengan jabatan. Waktunya dihitung dari satu kegiatan ke kegiatan lain dari apel pagi hingga acara resmi, dari kamera yang setia digenggam hingga senja menutup tugas.
Andriansyah, S.Sos, lahir di Takkalasi, 12 Juni 1987, mulai mengabdi sejak tahun 2006 sebagai tenaga honorer lebih dari dua puluh tahun ia setia menjalani peran di balik layar pemerintahan, dalam status yang lama tanpa kepastian, namun dengan komitmen yang tak pernah surut.
Pada 2009–2010, Andriansyah pernah dipercaya menjadi ajudan Wakil Bupati Barru, H. Kamrir Dg. Mallongi. Dari masa itu, ia belajar arti disiplin, ketepatan, dan kepekaan membaca situasi.
Usai menuntaskan tugas tersebut, ia kembali ke Bagian Protokol Setda Barru, mengemban peran sebagai fotografer Pemerintah Kabupaten Barru.
Dari balik lensa kameranya, Andriansyah merekam banyak momen penting daerah, jabat tangan, peresmian, hingga wajah-wajah harapan warga. Ia hadir hampir di setiap agenda, meski namanya jarang disebut. Bekerja tanpa sorotan, namun memastikan setiap peristiwa terekam sebagai bagian dari perjalanan Barru.
Harapan untuk memperoleh kepastian status tak pernah ia lepaskan. Tiga kali mengikuti seleksi PPPK, pada tahun 2022, 2023, dan 2025, dua di antaranya harus berakhir dengan kegagalan. Namun baginya, kegagalan bukan alasan untuk berhenti mengabdi.
Hingga akhirnya, di akhir Tahun 2025, penantian panjang itu terjawab. Surat Keputusan (SK) PPPK–PW resmi ia terima. Sebuah momen yang lebih dari sekadar administratif, melainkan pengakuan atas kesabaran, ketekunan, dan loyalitas yang ia jaga lebih dari dua dekade.
“Bukan soal jabatan, tetapi tentang kepastian dan penghargaan atas proses panjang.”ujarnya lirih.
Bagi Andriansyah, pengangkatan ini adalah kado akhir tahun yang tak ternilai, titik temu antara doa yang tak putus dan ikhtiar yang tak pernah berhenti. Status boleh berubah, tetapi semangat pengabdian tetap sama, yaitu bekerja dengan hati dan melayani dengan penuh tanggung jawab.
Di tengah ribuan PPPK–PW yang diangkat Pemerintah Kabupaten Barru, kisah Andriansyah menjadi pengingat bahwa di balik setiap SK, tersimpan cerita panjang tentang ketulusan dan keteguhan. Bahwa bagi mereka yang sabar menunggu sambil terus bekerja, waktu pada akhirnya menemukan jalannya.
Pada momen penyerahan SK, Bupati Barru juga menyampaikan pesan mendalam yang menggetarkan hati seluruh PPPK–PW yang hadir. Ia mengajak para penerima SK untuk sejenak menundukkan kepala, menghadirkan sosok orang tua dalam doa.
Bagi PPPK–PW yang orang tuanya telah wafat dan belum sempat menyaksikan hari bahagia ini, Bupati berpesan agar mengirimkan doa terbaik dan menghadiahkan Surat Al-Fatihah sebagai ungkapan bakti yang tak pernah terputus oleh waktu.
“Keberhasilan ini juga buah dari doa dan pengorbanan orang tua,” ucapnya penuh haru.
Sementara bagi mereka yang orang tuanya masih diberi umur panjang, Bupati mengingatkan agar senantiasa mendoakan kesehatan dan keselamatan, agar para orang tua dapat terus menyaksikan anak-anaknya tumbuh, berhasil, dan mengabdi kepada bangsa dan negara.
Pesan tersebut menjadi penutup yang hening namun sarat makna, mengingatkan bahwa di balik setiap SK yang diterima hari ini, selalu ada doa orang tua yang setia mengiringi langkah pengabdian sejak awal.(syam md)
Posting Komentar untuk "Andriansyah : Dua Puluh Tahun Mengabdi, SK Itu Akhirnya Datang di Ujung 2025."